Kami pun menuju vila kami tepat di depan dermaga, disini harga villa termasuk perahu untuk jalan-jalan ke pulau2 lain, memancing ikan atau menyelam


..dan segera menyiapkan kamera video-nya bawah airnya Baba,


..., sementara grup wisatawan di sebelah vila kita juga sedang persiapan untuk memancing


Sekitar jam 9 pagi, kami menuju Elang Ekowisata Diving & Snorkeling Center, mempersiapkan perlengkapan kita




Set Sail...., menuju perkampungan ”Bikini Bottom”-nya Kepulauan Seribu


Diving Site I


DIVE! DIVE! aduh kameraku koq gak bisa ikut dive yah... mau gak mau ditinggal di perahu deh


“Hai Patrick…, Hai Spongebob, apakah ini hari yang indah? oh sayang sekali mengapa kameranya tidak ikut bersama kita?” (bahasanya pakai logat dubbing-an Indonesia)



Yang pasti namanya pengalaman diving itu dijamin pasti seru dan menyenangkan. Berjumpa dengan para komunitas terumbu karang emang benar2 jaminan keindahan alam yang sangat berbeda dengan yang ada di darat. Seringkali keindahan ini bisa membuatku lupa akan rasa takut yang selama menyelam seperti tabung kalo tau2 macet lepas bocor dll, ikan hiu bulu babi kerondong dll, dan rasa takut kedalaman (sama kaya’ vertigo) dan tau-tau tanpa terasa kita dah di kedalaman 10 meter dan berada 500 meter dari perahu kita

Selama diving ini juga saya berjumpa dan sempat bermain-main dengan hewan2 terumbu karang termasuk Patrick Star dan Squidward, cuma koq Spongebob-nya gak nemu yaa?? dan ada satu binatang disini yg gak berani gw deketin sama sekali apalagi disentuh... Bulu Babi!!!

Karenanya satu pesan dari Taman Nasioal Kepulauan Seribu ini adalah, jagalah kelestarian kami. Sebuah pesan yang sangat singkat dan sederhana namun tidak mudah untuk dilakukan jika kita sebagai manusia tidak bisa menjaga sifat serakahnya

Setelah menyelam sekitar 40 menit (kalo gak salah, abis gak kerasa sih) dan dilanjutkan snorkeling sampai sekitar jam 2 siang...



..., SURFACE! SURFACE!







..., time to return to base.

Pulau Pramuka


Suasana sore itu...


..., dan kami pun berjalan menuju sisi timur pulau


.., dimana terdapat penangkaran penyu





dan juga...


Pantai pasir... Kembali ke kawasan barat pulau Pramuka


…, untuk hunting sunset hehehe…


…, tapi lebih tetaptnya memotret suasana matahari terbenam di pier-nya Pulau Pramuka.

Hari pun sudah menjelang malam…



…, saatnya beristirahat


Sumber : indoflyer.net




Pulau Ayer, banyak yang salah sebut “Anyer”. Pulau Ayer (“aer”) adalah salah satu dari banyak pulau di Kepulauan Seribu. Pulau ini relatif dekat dari Jakarta. dapat ditempuh dalam beberapa menit (30menit) dengan menggunakan perahu cepat. Tidak sejauh P.Pramuka ato Pulau Bidadari.

Pertengahan Mei kemaren diriku mendapat kesempatan untuk mengunjungi P.Ayer ini. Berangkat dari Bandung pukul 5 pagi menggunakan 2 bis. Cukup banyak memang karena hampir seluruh anggota lab dan keluarga di ikut sertakan dalam acara ini, terimakasih buat Pak Mino.

Bis melaju menuju Pantai Ancol untuk kemudian menyebrang ke P.Ayer (bukan bisnya, tapi penumpangnya saja). Kami juga di bagi 2 kelompok, dengan kapal berbeda, bukan karena dibedakan antara para tetua dengan pemuda berbadan gelap, cuma memang kapasitas kapal hanya 40orang.

Setelah 30 menit di ombang-ambing (halah) sampai juga. Kesan pertama, “waah cepat sekali? lho.. kok pantainya kotor?”. Ya itu yang pertama terbesit di pikiranku. Walaupun pantainya kotor jika siang hari, namun kala pagi hari tidak terlalu kotor, nggak tau kmana itu sampah2 ya?? satu lagi, jika kita ke kepulauan seribu biasanya identik dengan wisata bawah laut, eh disini kok nggak ada tempat snorkling-nya ya???
tapi yah lumayan terobati karena rame2, dan banyak permainan yang bisa dilakukan disana, mulai dari Volley, volley air (di kolam renang), sampe mainan anak2 TK. Selain itu permainan jetski juga patut di coba, meski harganya nggak sesuai dengan dompet mahasiswa. 175ribu selama 15 menit. untung ada OmBos yang mbayarin, jadi sempat lah kita coba sebentar.


makan malam dilakukan di bawah pohon2 yang cukup rindang. oh ya pulau ini cukup rindang karena banyak pohon besar yang ditanam disana. pada acara makan malam ini dibagikan doorprize yang cukup menggiurkan, dari sepeda, hp, kamera digital, hinggal leptop. hooo… sayang namaku nggak muncul. ya bukan rejeki.
sehabis makan malam (makan malamnya habis, ndak ada yg bisa dimakan lagi). teman-teman mencari kesibukan dengan acara masing-masing, mulai dari karaoke, tiudr sampe memancing. diriku mencoba untuk ikut memancing.
dengan alat pancing seadanya, hanya benang pancing dan kail, tanpa gagang pancing, kucoba nyemplungin umpang di pinggir dermaga. eh cukup mengagetkan, akulah diantara para pemancing yang pertama mendapat ikan, walopun ikannya kecil sekali, mungkin anak ikan.
waktu 1hari satu malam, terasa cepat sekali, hingga tiba2 sudah saatnya kami beranjak pulang untuk menemui segala macam pekerjaan di depan monitor komputer. yah cukup untuk refreshing lah. terimakasih Pak Mino.
Sumber : pamumpuni



 
Kepulauan Seribu is one of Indonesia's marine nature conservation areas and it is located 45 km north of Jakarta.
The 78 coral islands, both large and small, with an average altitude of not more than 3 m asl, form a chain. Hundreds of years ago, the islands were formed upon colonies of dead coral. These colonies initially grew on shallow sea beds; their upper layers breached the surface and were weathered. Later, pioneer plants such as bushes and several tree species began to grow on the coral. The surface of the islands is quite different from soil-covered ground, and this is reflected in their diverse plant and animal life.

In general, the plants that grow in the Park are dominated by coastal species like coconut palm (Cocos nucifera), pandan (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), cangkudu (Morinda citrifolia), butun (Barringtonia asiatica), mangrove (Bruguiera sp.), sukun (Artocarpus altilis), ketapang (Terminalia cattapa), and kecundang (Cerbena adollam).
Sea vegetation commonly found in the Park consists of seaweed divisions like Rhodophyta, Chlorophyta and Phaeophyta as well as classes of sea grasses like Halimeda sp., Padina sp., Thalasia sp., Sargasum sp., and Caulerpa sp.
The dominant animals in the Park include 54 sea biota species which form part of the coral reef ecosystem, 144 species of fish, 2 species of giant clam, 6 species of sea grass, sea worms of various colours and 17 species of coastal bird.
This Park forms a hatching site for hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata), and green turtle (Chelonia mydas). The hawksbill turtle is an endangered species and is rarely found in other waters. These turtles are bred on Pramuka Island. This activity is aimed at recovering the turtle population, which had almost reached extinction. Breeding activities include egg hatching in a semi-natural way and caring for the baby turtles till they are ready to be released into their natural habitat.
Most coastal areas of this Park are surrounded by mangrove forest, where iguanas, golden ring snakes and pythons can be found.
The Kepulauan Seribu chain is a place of enchanting natural beauty. The symphony of calls of the creatures on these small green islands, combined with the sound of thundering waves and golden sunshine at dusk bring a sense of calm and tranquillity to all those who visit the Park.
 
Kotok Island
Interesting locations/attractions:
Pramuka, Semak Daun, Kelapa, and Panggang Islands: turtle breeding, observing animals, and marine tours.
Pramuka, Opak, and Karang Congkak Islands: wreck diving.
Panjang, Putri, Pelangi, and Perak Islands: marine tours organized by a private company.
Semut, Karang Congkak, Karang Kroja, Kotok Besar, Kotok Kecil, and Gosong Laga Islands: diving and snorkelling.
Best time of year to visit: March to August.
How to reach the Park: For those wishing to take a marine tour around the islands, a boat leaves every day from the Jaya Ancol Marina. The journey time is 1-2 hours. Muara Angke-Pramuka Island, about 2.5 hours by ferry.
Nepthea sp and Oxycomanthus bennetti  
Office: Jl. Salemba Raya 9, Jakarta Pusat 10440
Tel. : +62-21-3915773
Fax. : +62-21-3103574
E-mail: tnlks@indo.net.id
Declared : Minister of Agriculture, in 1982
Designated : Minister of Forestry, SK.No. 6310/Kpts-II/2002,
a total area of 107,489 hectares
Location Province of DKI Jakarta
Temperature 21° - 34° C
Rainfall 3,000 mm/year (on average)
Altitude 0 - 2 m asl.
West season November - February
East season May - August
Geographical location 106°25' - 106°37'E; 5°23' - 5°40' S

Text Widget

Popular Posts

Recent Posts

Sample Text

Unordered List

Pulau Seribu