img-kcl Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai produksi hasil laut di Kabupaten Kepulauan Seribu perlu penanganan dan dikembangkan. Hal itu dilakukan agar hasil laut, seperti perikanan dan cenderamata memiliki nilai ekonomi lebih untuk masyarakat.

Wakil Ketua Umum Kadin Dewi Motik Pramono mengatakan, program Corporate Social Responsibility (CSR)-Blue Ekonomi Bidang Kelautan dan Perikanan Pemberdayaan Industri yang dilaksanakan Kadin merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Seperti produksi hasil laut di Kepulauan Seribu ini sangat perlu ditangani dengan tepat dan juga perlu dikembangkan lagi," ujar Dewi Motik saat membuka Program CSR-Blue Ekonomi Bidang Kelautan dan Perikanan Pemberdayaan Industri di Tempat Pangkalan Ikan Pulau Pramuka, Sabtu (29/9).

Menurut Motik, produksi hasil laut di Kepulauan Seribu saat ini mulai tumbuh dan harus terus ditingkatkan, baik segi kuantitas maupun kualitasnya. "Kadin akan memberi peluang pemasaran produk hasil laut di Kepulauan Seribu ini," janjinya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruyani menambahkan, produk hasil laut Kepulauan Seribu tidak kalah dan bisa bersaing dengan produk luar. "Produk hasil laut di sini sudah bagus, seperti kerajinan handycraft dan ikan bandeng cabut duri," katanya.

Ipih menghimbau, pelaku usaha hasil laut di Kepulauan Seribu lebih mengembangkan lagi inovasi produknya agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen. "Ini kan kita jualan, jangan sampai produknya itu-itu aja, harus bisa memenuhi kebutuhan konsumen," tegasnya.

Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi mengatakan, Program CSR-Blue Ekonomi Bidang Kelautan dan Perikanan Pemberdayaan Industri ini merupakan peluang baik yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat Kepulauan Seribu.

"Saya sangat berterima kasih dengan Kadin serta Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, saya harap kerjasama ini terus berlanjut dan masyarkat dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik," kata Bupati. Pada kesempatan itu, rombongan Kadin dan Dinas Kelautan Perikanan DKI Jakarta meninjau sentra usaha produk hasil laut di komplek TPI Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. 
 
 
 
img-kclSebanyak 50 warga Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, mengikuti pelatihan olahan hasil kelautan. Kegiatan Suku DInas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Pulau Tidung, Sabtu (29/9).

Peserta pelatihan Hendriyana (35)  mengaku, pelatihan ini bermanfaat khususnya bagi para ibu yang ingin mengembangkan usahanya. "Kalau hasil olahannya baguskan bisa dijual ke wisatwan yang datang ke Pulau Tidung,"ungkap warga RT 02/03 Kelurahan Pulau Tidung ini.

Kepala Seksi Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Rita Nirmala mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil laut dengan melakukan pengolahan sebelum di jual.
"Kami juga memberikan wraving sealer (pelastik pembungkus hasil olahan) kepada ibu-ibu yang mempunyai usaha hasil olahan laut," ungkapnya.

Lurah Pulau Tidung Bunyamin mengungkapkan, pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para pengrajian makanan khas di pulau tidung. "Semoga  pelatihan ini dapat  meningkatkan hasil olahan dari hasil laut sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Sumber : beritapulauseribu.com

img-kcl Sejumlah siswa sekolah dasar di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, medapat pelatihan tanggap darurat bencana (TDB). Kegiatan yang diadakan Humanatarian Forum Indonesia Jakarta merespon kerentanan bencana puting beliung terhadap anak-anak di dua pulau tersebut.

"Tanggap darurat bencana ini adalah program lanjutan dari sejumlah program yang kita laksanakan paska terjadinya bencana puting beliung awal tahun ini," ujar Perwakilan Humanatarian Forum Indonesia Jakarta, Aprianto di Pulau Kelapa, Sabtu (29/9).

Sebelunya, kata dia, Humanatarian Forum Indonesia Jakarta telah melaksanakan program spikoligis bencana bagi anak dan melakukan workshop untuk tanggap darurat bencana bagi masyarakat. "Kita berharap tidak terjadi bencana, namun antisipasi dan kesiagaan juga diperlukan," jelasnya.

Menurut dia, dalam melaksanakan program sosial kemanusiaan ini Humanatarian Forum Indonesia Jakarta menggandeng sejumlah tenaga sukarelawan dari PMI Kepulauan Seribu. "Kita bekerjasama dengan PMI Kepulauan Seribu, karena PMI yang mengetahui banyak tentang kondisi dan situasi di sini," katanya. Salah seorang peserta, Rini Aryanti (14) mengaku kegiatan pelatihan tanggap darurat bencana ini diperlukan untuk membiasakan diri dan rekannya siaga bila terjadi bencana. "Sekarang kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan saat ada puting beliung, kegiatan ini bermanfaat," ujar siswa SMPN 260 Jakarta ini.
 
 Sumber : beritapulauseribu.com 
 
 

Text Widget

Popular Posts

Recent Posts

Sample Text

Unordered List

Pulau Seribu