Berdasarkan data di seluruh pulau di gugusan wilayah Kepulauan Seribu di kelilingi oleh terumbu karang yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu jenis karang keras/batu dan jenis karang lunak.
Koloni Karang tersebut di bangun oleh beribu-ribu hewan kecil yang mempunyai bentuk dan ukuran sangat bervariasi. Di Kepulauan Seribu diperkirakan terdapat 257 jenis binatang Karang yang hidup pada kedalaman kurang dari 30 meter.

Adapun koloni karang yang cukup dominan di kawasan Pulau Seribu adalah : Bentuk Lembar Daun (foliosa) Karang ini berbentuk lembaran-lembaran pipih seperti daun. Bentuk strukturnya rapuh dan mudah patah. Bentuk Keras (massive) umumnya Karang ini berbentuk bola atau setengah bola dengan stuktur cukup kokoh. Bentuk Jamur (mushroom coral) karang ini bercabang dan tumbuh melebar dengan permukaan rata berbentuk bulat dengan struktur sangat rapuh dan mudah patah. Bentuk Merayap, mengikuti subtan ( encrusting) karang ini umumnya tumbuh merayap diatas karang yang telah mati. Masa depan terumbu karang – terumbu karang yang tersebar dalam aneka rupa warna, ternyata memiliki manfaat yang sangat dibutuhkan manusia, diantaranya untuk kegiatan pariwisata, perikanan dan perlindungan pantai.

Saat ini ekosistem terumbu karang secara terus-menerus mendapat tekanan akibat berbagai aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tak langsung. Beberapa aktivitas manusia yang secara langsung dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang adalah menagkap ikan dengan menggunakan bom dan racun sianida (potas), pembuangan jangkar, berjalan diatas terumbu karang, penggunaan alat tangkap morami, penambangan batu karang serta penambangan pasir laut.

Adapun aktivitas manusia secara tidak langsung bisa menyebabkan kerusakan terumbu karang adalah sedimentasi yang menyebabkan aliran lumpur dari daratan, akibat penggundulan hutan dan kegiatan pertanian, penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan,dan sampah plastik.

Sementara itu, ancaman terhadap ekosistem terumbu karang juga dapat disebabkan oleh adanya faktor alam. Baik berupa angin topan, badai Tsunami, gempa bumi, pemanasan oleh Cots (criwn of thorns starfish) dan pemanasan global yang menyebabkan pemutihan karang.

Related Posts:

  • Trip Konservasi Edukasi Bahari di Pulau Pramuka Dalam rangka memeriahkan World Ocean Day yang jatuh setiap tanggal 8 Juni 2008, Komunitas Planet Indonesia sebagai inisiator dan Balai Taman Nasional Laut Kep. Seribu sebagai pembimbing dan penanggung jawab kegiatan mengada… Read More
  • SMA Al-Izhar & Terumbu Karang Ada apa sih antara SMA Al-Izhar, Pondok Labu, Jakarta dengan terumbu karang? Tanggal 22 Mei 2011 lalu, siswa kelas XII SMA Al-Izhar yang tergabung dalam tim Ocean Care, mengadakan restorasi terumbu karang di Pulau Pramuka, … Read More
  • Puncak Hari Terumbu Karang Nasional Dipusatkan di Pulau Pramuka Setelah mendeklarasikan tanggal 8 Mei sebagai Hari Terumbu Karang Nasional (Coral Day), sejumlah organisasi lingkungan mengadakan acara puncak peringatan Coral Day di Pulau Pramuka pada 11-12 Mei 2012.Sejumlah … Read More
  • MENGENALI JENIS JENIS TERUMBU KARANG Berdasarkan data di seluruh pulau di gugusan wilayah Kepulauan Seribu di kelilingi oleh terumbu karang yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu jenis karang keras/batu dan jenis karang lunak.Koloni Karang tersebut di ban… Read More
  • Tanam Terumbu Karang Yuk!! Tempat pelepasan kuda laut tidak terlalu dalam airnya hanya sekitar setengah meter, kami dapat berjalan agak jauh ketengah sambil menikmati pemandangan bawah air, dimana pasir putih, tumbuhan laut, dan ikan-ikan berlalu lal… Read More

Text Widget

Popular Posts

Recent Posts

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya

Sample Text

Unordered List

Pulau Seribu